|
Saturday, March 3, 2012
| 0 comment(s)
not a very blissful day
saya merasakan ada sesuatu yang sangat hampa dan sebuah benda tumpul menusuk perlahan jauh lebih dalam yang akhirnya agak sedikit robek. seketika ruangan menjadi merah. membara dan menyala. tidak tahu apakah ini darah atau marah. nuansa yang berbeda begitupun juga rasanya. terdengar degupan yang kencang. berdebar-debar. terpompa keluar dan masuk. layaknya kereta api yang berputar-putar dalam relnya. dan seketika juga tulisan ini pecah. menusuk dan menyebar. keluar dan meraja. mengapa di setiap duka selalu muncul kata. mengapa di setiap lara selalu ada ratapan mata. kosong. seiring waktu itu dibunuhnya, semua itu menjadi tidak adil. bagai menguasai maksudnya sepi. memuntahkan segala yang ada, sakit yang merana. apa yang harus dilakukan dia yang ada hanya berkata-kata di dalam kamar sendiri dan mandi. bertanya kapan akan ada jalan keluarnya. sendiri dan mandi. bertanya kapan akan adanya kedamaian. sendiri dan mandi. bertanya kapan Tuhan akan memberi. sendiri dan mandi. bertanya kapan hati akan berkata lain. sendiri dan mandi. terkunci. sampai akhirnya mati. gelap. tidak tahu apakah ini darah atau marah. nuansa yang berbeda begitupun juga rasanya. terdengar degupan yang kencang. berdebar-debar. dan gelap. 10:37 PM |